• "INGAT! KOPI BUKAN SOLUSI MASALAH, TAPI BISA JADI TEMAN TERBAIK SAAT MENGHADAPINYA!, Ada masalah ? Kunjungi ☕ Kedai Coffee Doeloe " • "Waktunya kamu ngopi ?, Kunjungi ☕ Kedai Coffee Doeloe, Bosan dirumah aja ? Yuk kunjungi ☕ Kedai Coffee Doeloe - 📍 Alamat: Cisitu, Karangsari, Kec. Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44183 - 🕖 Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 23.00 WIB - 🚉 Patokan: ± 10 m dari Pos Jaga Lintasan — ikuti saja aroma kopinya. - 💬 Reservasi/rombongan: Chat WhatsApp dulu biar meja & air panasnya disiapkan."

Selasa, 20 November 2012

HIERARKI KEBUTUHAN MANUSIA MENURUT ABRAHAM MASLOW


Ahok preteli kebijakan jam masuk sekolah rancangan Foke


Saat Ahok preteli kebijakan jam masuk sekolah rancangan Foke

Fauzi Bowo membuat kebijakan kontroversial saat baru satu tahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Saat itu, dia mengubah jam masuk sekolah lebih pagi dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 06.30 WIB. Menurut Fauzi, strategi ini cukup ampuh mengurangi 14 persen kemacetan di Jakarta terutama di jam-jam sibuk yakni pagi dan sore hari. Kebijakan itu diputuskan pada bulan November 2008. Seperti kebanyakan kebijakan lainnya, aturan itu terlebih dulu disosialisasikan dan mulai diterapkan 1 Januari 2009. Alasan utama pria yang akrab disapa Foke itu menetapkan aturan jam masuk sekolah lebih pagi karena waktu yang berbarengan dengan jam kerja pegawai kantor dan aktivitas warga lainnya membuat beban jalan tak seimbang dengan volume kendaraan yang beroperasi. Alhasil, kendaraan menumpuk di waktu yang sama. Kebijakan Foke itu kemudian menimbulkan pro dan kontra. Siswa-siswi juga tak setuju karena waktu itu terlalu pagi. Beberapa kalangan termasuk DPRD DKI Jakarta menyarankan Foke untuk mengkaji ulang kebijakan itu. Akhirnya terjadilah perdebatan panjang. Dengan alasan mengurangi macet, Foke seolah tak peduli dengan polemik yang terjadi akibat usulannya. Foke bersikukuh aturan harus tetap berjalan jika warga tak ingin stuck akibat macet. Foke yakin kebijakannya akan mendatangkan hal positif. Menghindari polemik berkepanjangan, dia mengimbau pandangan para siswa tidak diikutsertakan dalam kebijakan itu. "Jangan tanya anak sekolah. Kalau tanya sama mereka, pasti dibilang ngapain bangun lebih pagi," kata Foke kala itu. Setelah empat tahun kebijakan berjalan, sekumpulan guru yang tergabung dalam Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) mengeluhkan ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Bak gayung bersambut, pria yang akrab disapa Ahok itu juga sepakat waktu sekolah dikembalikan ke aturan awal. "Kami ingin jam masuk sekolah diubah pukul 7 pagi dan Pak Ahok oke, akan direalisasikan segera," kata Ketua FMGJ Retno Listyarti usai bertemu Ahok di Balai Kota, Senin (19/11) kemarin. Menurutnya, jam masuk sekolah yang berlaku saat ini terlalu menguras tenaga dan otak siswa. Toh kebijakan yang dipilih tersebut pada akhirnya tidak mengurangi macet di Jakarta. "Siswa tidak cukup tidur karena kurang dari enam jam. Sebanyak 67,65 persen siswa tidak cukup tidur. Mereka juga tidak sempat sarapan," jelasnya. Kondisi ini membuat siswa stres. "Inilah yang berujung mental yang labil dan bisa jadi penyebab awal munculkan tawuran," tegas Retno. Mendengar permintaan para guru, Ahok berjanji segera membahas permasalahan itu dengan Gubernur Joko Widodo. Secara pribadi, Ahok pun tak setuju dengan aturan itu. "Kita akan kaji tapi kita minta data. Nih anak-anak jadi stres gara-gara nggak sarapan, anak saya juga nggak sarapan pagi-pagi. Memang usulan perubahan jadwal itu sudah banyak," kata Ahok. Menanggapi rencana mengembalikan jam masuk sekolah ke aturan awal pukul 07.00 WIB, pengamat pendidikan Darmaningtyas sangat mendukung. Menurutnya, fakta di lapangan soal kemacetan Jakarta jadi bukti kuat kebijakan ini tak berhasil. "Dulu saya setuju jam masuk sekolah dimajukan kalau alasannya untuk mengurangi kemacetan, tapi setelah melihat fakta di lapangan, ternyata tak berhasil," kata Darmaningtyas saat dihubungi merdeka.com, Selasa (20/11). Menurutnya, infrastruktur angkutan umum di Jakarta belum mendukung untuk menerapkan kebijakan itu. "Sebagian besar siswa di Jakarta itu menggunakan angkutan umum. Nah kemudian masalahnya mana ada orang tua tega biarkan anaknya subuh-subuh udah nunggu angkutan, alhasil mereka tetap diantarkan?" katanya. "Nah kalau begitu sama saja tidak mengurangi macet sebelumnya dikatakan 14 persen penyebabnya karena jam sekolah yang berbarengan dengan aktivitas lainnya," jelasnya. Dia juga setuju, jika jam belajar yang terlalu pagi tak terlalu baik untuk menyerap bahan pelajaran yang diajarkan. "Mereka bangun harus lebih pagi, sementara jam tidur nggak bisa diatur kan. Jadi saya rasa jam 7 pagi paling ideal memulai pelajaran," tandasnya. http://www.merdeka.com

Sabtu, 10 November 2012

Berita

Kartu Pintar Dibagikan 1 Desember

Kartu Jakarta Pintar Dibagikan 1 Desember


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai meluncurkan Kartu Jakarta Sehat pada 10 November kemarin, Pemprov DKI segera meluncurkan Kartu Jakarta Pintar pada 1 Desember mendatang. Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan tahun 2012 ini akan dibagikan Karu Jakarta Pintar kepada sekitar 12.766 siswa dari sekitar 50 ribu yang diajukan seluruh sekolah di Jakarta. "Rencananya pembagian Kartu Jakarta Pintar akan dilaksanakan antara tanggal 1–8 Desember," ujar Taufik, Jumat (16/11/2012). Taufik menuturkan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai Kartu jakarta Pintar tahun ini sebesar Rp 37 miliar. Sedangkan untuk tahun 2013, anggaran Kartu Jakarta Pintar akan naik 10 kali lipat menjadi sebesar Rp 378 miliar. Dijelaskannya, biaya Kartu Jakarta Pintar termasuk dalam anggaran biaya tidak langsung. Rencananya 150 ribu orang siswa miskin yang berasal dari SD, SMP, SMA dan SMK di Jakarta akan mendapatkan kartu tersebut. "Siswa SD pemegang Kartu Jakarta Pintar akan mendapatkan dana personal sebesar Rp 180 ribu setiap bulannya. Sementara untuk SMP sebesar Rp 210 ribu dan SMA serta SMK sebesar Rp 240 ribu," tandasnya.
---------------------------------------------------------------------------
Anggaran Pendidikan DKI Targetkan Rp. 11 Trilyun

Rencana Anggaran Pendidikan DKI Rp 11 Triliun Lebih


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI menganggarkan Rp 11.451.613.022.260 dalam RAPBD DKI 2013 untuk pendidikan. Anggaran tersebut sudah termasuk untuk menjalankan program Kartu Jakarta Pintar. Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taufik Yudhi Mulyanto, menuturkan dari anggaran sebesar itu, sebanyak Rp 6,1 triliun akan digunakan untuk belanja tidak langsung yakni membayar gaji guru yang tidak mungkin dilakukan efisiensi. Sedangkan anggaran yang diajukan untuk belanja langsung sebesar Rp 5,3 triliun, yang salah satunya untuk Biaya Operasional Prosedur, bisa diefisiensikan menjadi Rp 4,7 triliun. "Tapi itu masih dapat berubah nantinya sesuai arahan Pak gubernur," ujar Taufik, Jumat (15/11/2012). Sebelumnya, Pemprov DKI mengumumkan segera meluncurkan Kartu Jakarta Pintar pada 1 Desember mendatang. Taufik mengatakan tahun 2012 ini akan dibagikan Karu Jakarta Pintar kepada sekitar 12.766 siswa dari sekitar 50 ribu yang diajukan seluruh sekolah di Jakarta. "Rencananya pembagian Kartu Jakarta Pintar akan dilaksanakan antara tanggal 1–8 Desember," ujar Taufik.
--------------------------------------------------------------------------
Gaya Keras Ahok




TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Perkumpulan Prakasa --sebuah lembaga kajian kebijakan publik--, Ah Maftuchan menilai gaya keras Wakil Gubernur Jakarta dalam mengawasi kinerja dinas-dinas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, positif. "Sekali-sekali perlu shock therapy seperti itu," katanya Kamis 15 November 2012. Menurut Maftuchan, kepemimpinan tegas Ahok --begitu biasa disapa--penting untuk menjaga agar anggaran pemerintah tetap efisien dan efektif. Tanpa itu, kata dia, janji kampanye Jokowi-Ahok ketika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, terancam tak tercapai. "Jadi sah-sah saja jika Basuki keras," katanya. Sepekan terakhir, Dinas Informasi dan Komunikasi Pemprov Jakarta mengunggah sejumlah video rekaman rapat-rapat Ahok dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Dalam semua rapat, Ahok tampak tegas meminta anggaran yang boros dipotong. Dengan kalimat lugas, Ahok menantang para kepala dinas untuk bekerja lebih keras. Maftuchan menilai wajar jika sejumlah pegawai Dinas akan kaget dengan gaya Ahok, yang terbuka dan blak-blakan. Tapi, menurutnya, hal itu penting mengingat banyak anggaran pemerintah di Jakarta yang boros dan tidak jelas.
--------------------------------------------------------------------------

Jumat, 09 November 2012

Sabtu, 01 September 2012

Jembatan Ambruk di Garut

Metrotvnews.com, Garut : Belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Garut, Jawa Barat terjatuh ke Sungai Depok di Desa Depo, Kecamatan Cisompet. Pasalnya, jembatan pengubung desa dan kecamatan ambruk, Selasa (28/8).