• "INGAT! KOPI BUKAN SOLUSI MASALAH, TAPI BISA JADI TEMAN TERBAIK SAAT MENGHADAPINYA!, Ada masalah ? Kunjungi ☕ Kedai Coffee Doeloe " • "Waktunya kamu ngopi ?, Kunjungi ☕ Kedai Coffee Doeloe, Bosan dirumah aja ? Yuk kunjungi ☕ Kedai Coffee Doeloe - 📍 Alamat: Cisitu, Karangsari, Kec. Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44183 - 🕖 Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 23.00 WIB - 🚉 Patokan: ± 10 m dari Pos Jaga Lintasan — ikuti saja aroma kopinya. - 💬 Reservasi/rombongan: Chat WhatsApp dulu biar meja & air panasnya disiapkan."

Jumat, 23 Juli 2010

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BIDANG KEAHLIAN : BISNIS DAN MANAJEMEN
PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TATA NIAGA
KOMPETENSI KEAHLIAN : PEMASARAN (121)
A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1. Menerapkan prinsip profesional bekerja
1.1 Mengidentifikasi sektor dan tanggung jawab industrI
1.2 Menerapkan pedoman, prosedur, dan aturan kerja
1.3 Mengelola informasi
1.4 Merencanakan pekerjaan dengan mempertimbangkan waktu dan sumber daya
1.5 Mengelola kompetensi personal
2. Melaksanakan komunikasi bisnis
2.1 Mengidentifikasi penerima pesan
2.2 Membuat pesan bisnis
2.3 Menggunakan media komunikasi yang tersedia
2.4 Melaksanakan komunikasi bisnis
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
3.2 Melaksanakan prosedur K3
3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup
3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.


B. KOMPETENSI KEJURUAN

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1. Memahami prinsip- prinsip bisnis
1.1 Mendeskripsikan prinsip-prinsip bisnis dan dasar hukum bisnis
1.2 Mengidentifikasi hukum paten, hukum merek dan hukum cipta di Indonesia
1.3 Mengidentifikasi hukum perlindungan konsumen
1.4 Mengidentifikasi larangan praktik monopoli
1.5 Mengidentifikasi peraturan hukum dagang
1.6 Memahami etika bisnis
2. Menata produk
2.1 Mendeskripsikan perencanaan visual penataan produk
2.2 Menata display produk
2.3 Menjaga display produk agar tetap sesuai dengan standar perusahaan dan
perencanaan
3. Melaksanakan negosiasi
3.1 Memberikan tangapan terhadap keberatan dari calon pelanggan
3.2 Melakukan proses tawar-menawar dengan calon pelanggan
3.3 Memotivasi keyakinan calon pelanggan
4. Melaksanakan konfirmasi keputusan pelanggan
4.1 Mengidentifikasi sinyal-sinyal dari calon pelanggan
4.2 Membuat konfirmasi keputusan calon pelanggan
5. Melaksanakan proses administrasi transaksi
5.1 Mendeskripsikan berkas-berkas administrasi
5.2 Mendeskripsikan transaksi
6. Melakukan penyerahan/ pengiriman produk .
6.1 Menyiapkan barang yang akan diserahkan/dikirim
6.2 Melakukan proses penyerahan produk yang dibeli pelanggan
7. Melaksanakan penagihan pembayaran
7.1 Mengidentifikasi klausul-klausul perjanjian
7.2 Melakukan kontak dengan pelanggan
7.3 Melakukan proses penagihan pembayaran
8. Mengoperasikan peralatan transaksi di lokasi penjualan
8.1 Mengoperasikan alat komunikasi
8.2 Mengoperasikan alat hitung
8.3 Mengoperasikan mesin pembayaran baik tunai maupun non tunai
8.4 Menyiapkan dan mengoperasikan alat ukur
8.5 Menyiapkan dan mengoperasikan alat bantu verifikasi
9. Menemukan peluang baru dari pelanggan
9.1 Menganalisis hubungan dengan pelanggan
9.2 Menawarkan produk lain yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan
9.3 Menindaklanjuti permintaan lain dari pelanggan
10. Melaksanakan pelayanan prima ( service excellent)
10.1 Melaksanakan standar penampilan pribadi
10.2 Menerapkan prinsip-prinsip pelayanan prima / service excellent
10.3 Memberikan bantuan kepada pelanggan
10.4 Melakukan komunikasi dengan pelanggan
11. Membuka usaha eceran/ ritel (expansion store opening)
11.1 Mengidentifikasi dasar bisnis ritel
11.2 Membedakan klasifikasi dan diferensiasi bisnis ritel
11.3 Menjelaskan distribusi dalam bisnis ritel
11.4 Melakukan riset pemasaran dalam bisnis ritel
12. Melakukan pemasaran barang dan Jasa
12.1 Mengidentifikasi segmentasi pasar
12.2 Menyusun rencana pencapaian target pasar
12.3 Menyusun rencana pemasaran
12.4 Menerapkan prinsip prinsip marketing mix
12.5 Menerapkan sistem informasi dan teknologi penjualan
12.6 Menghitung PPn, PPh, PPn BM dan Bea Materai
12.7 Menerapkan aturan pokok hukum pertanggungan (asuransi).

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BIDANG KEAHLIAN : BISNIS DAN MANAJEMEN
PROGRAM STUDI KEAHLIAN : KEUANGAN
KOMPETENSI KEAHLIAN : 1. AKUNTANSI (119)
2. PERBANKAN (120)

A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1. Menerapkan prinsip profesional bekerja
1.1 Mengidentifikasi sektor dan tanggung jawab industrI
1.2 Menerapkan pedoman, prosedur, dan aturan kerja
1.3 Mengelola informasi
1.4 Merencanakan pekerjaan dengan mempertimbangkan waktu dan sumber daya
1.5 Mengelola kompetensi personal
2. Melaksanakan komunikasi bisnis
2.1 Mengidentifikasi penerima pesan
2.2 Membuat pesan bisnis
2.3 Menggunakan media komunikasi yang tersedia
2.4 Melaksanakan komunikasi bisnis
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
3.2 Melaksanakan prosedur K3
3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup
3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.


B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Akuntansi (119)

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Mengelola dokumen transaksi
1.1. Mengidentifikasi dokumen transaksi
1.2. Memverifikasi dokumen transaksi
1.3. Memproses dokumen transaksi
1.4. Mengarsipkan dokumen transaksi
2. Memproses dokumen dana kas kecil
2.1 Mendeskripsikan administrasi dana kas kecil
2.2 Menghitung mutasi dana kas kecil
2.3 Menghitung selisih dana kas kecil
2.4 Mengisi dana kas kecil
2.5 Mencatat mutasi dan selisih dana kas kecil
3. Memproses dokumen dana kas di bank
3.1 Mendeskripsikan administrasi kas bank
3.2 Menghitung mutasi kas bank
3.3 Membukukan mutasi kas bank
3.4 Menyusun laporan rekonsiliasi bank
3.5 Membukukan penyesuaian kas di bank
4. Memproses entri jurnal
4.1 Mengelompokkan dokumen sumber
4.2 Menyiapkan jurnal
4.3 Mengarsipkan dokumen
5. Memproses buku besar
5.1 Mempersiapkan pengelolaan buku besar
5.2 Membukukan jurnal ke buku besar
5.3 Menyusun daftar saldo akun dalam buku besar
6. Mengelola kartu piutang
6.1 Mendeskripsikan pengelolaan kartu piutang
6.2 Mengidentifikasi data piutang
6.3 Membukukan mutasi piutang ke kartu piutang
6.4 Melakukan konfirmasi saldo piutang
6.5 Menyusun laporan piutang
7. Mengelola kartu persediaan
7.1 Mendeskripsikan pengelolaan kartu persediaan
7.2 Mengidentifikasi data mutasi persediaan
7.3 Membukukan mutasi persediaan ke kartu persediaan
7.4 Membukukan selisih persediaan
7.5 Membuat laporan persediaan
8. Mengelola kartu aktiva tetap
8.1 Mendeskripsikan pengelolaan kartu aktiva tetap
8.2 Mengidentifikasi data mutasi aktiva tetap
8.3 Mengidentifikasi penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva tetap
8.4 Membukukan mutasi aktiva tetap ke kartu aktiva tetap
8.5 Membukukan mutasi penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva tetap
9. Mengelola kartu utang
9.1 Mendeskripsikan pengelolaan kartu utang
9.2 Mengidentifikasi data utang
9.3 Membukukan mutasi utang ke kartu utang
9.4 Menyusun laporan utang
10. Menyajikan laporan harga pokok produk
10.1 Mengkompilasi biaya
10.2 Menghitung pembebanan biaya
10.3 Menyusun laporan biaya
11. Menyusun laporan keuangan
11.1 Membukukan jurnal penyesuaian
11.2 Menyusun laporan keuangan
11.3 Membukukan jurnal penutup
11.4 Menyusun daftar saldo akun setelah penutupan
12. Menyiapkan surat pemberitahuan pajak
12.1 Menyiapkan dokumen transaksi pemungutan dan pemotongan Pajak Penghasilan (PPh)
12.2 Menyiapkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan pasal 21
12.3 Menyiapkan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi
12.4 Menyiapkan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan
12.5 Menyiapkan SPT Masa pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas
barang mewah (PPn-BM)
13. Mengoperasikan paket program pengolah angka/ spreadsheet
13.1 Mempersiapkan komputer dan paket program pengolah angka
13.2 Mengentri data
13.3 Mengolah data dengan menggunakan fungsi-fungsi program pengolah angka
13.4 Membuat laporan
14. Mengoperasikan aplikasi komputer akuntansi
14.1 Menyiapkan data awal perusahaan
14.2 Membuat bagan akun (chart of account)
14.3 Membuat buku pembantu
14.4 Mengentri saldo awal
14.5 Mengentri transaksi
14.6 Membuat laporan
14.7 Membuat backup file.


2. Perbankan (120)

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Memahami uang dan lembaga keuangan
1.1 Menjelaskan sejarah dan fungsi uang
1.2 Mendeskripsikan bank dan lembaga keuangan bukan bank
1.3 Menjelaskan perkembangan perbankan
1.4 Memahami fungsi dan peranan bank serta lembaga keuangan bukan bank
2. Memahami jenis dan operasional bank
2.1 Mendeskripsikan bank sebagai perantara
2.2 Menjelaskan jenis-jenis bank
2.3 Menjelaskan operasional bank.
3. Memahami sumber dana bank
3. 1 Mendeskripsikan dana bank
3. 2 Menjelaskan sumber dana modal sendiri
3. 3 Menjelaskan sumber dana deposan
3. 4 Menjelaskan sumber dana pinjaman
4. Memahami kredit bank
4.1 Menjelaskan pengertian kredit bank
4.2 Menjelaskan sasaran dan tujuan kredit bank
4.3 Menguraikan jenis-jenis kredit
4.4 Menjelaskan syarat-syarat pemberian kredit
4.5 Memahami pengertian suku bunga dan angsuran kredit
4.6 Menghitung bunga dan angsuran kredit
5. Memahami jasa bank lainnya
5.1 Menjelaskan jasa pengiriman uang (transfer)
5.2 Menguraikan jasa kartu bank (bank card)
5.3 Mengenal pengertian dan fungsi Letter of Credit (LC)
5.4 Menjelaskan jasa transaksi valuta asing
5.5 Menjelaskan pengertian dan fungsi bank garansi
6. Memahami lalu lintas pembayaran transaksi
6.1 Memahami pentingnya lalu lintas pembayaran
6.2 Menguraikan pelaksanaan lalu lintas pembayaran dengan cek
6.3 Menguraikan pelaksanaan lalu lintas pembayaran dengan giro
6.4 Menguraikan pelaksanaan lalu lintas pembayaran kliring
7. Memahami etika dan pelayanan nasabah
7.1 Menjelaskan pengertian etika perbankan
7.2 Menjelaskan implementasi etika perbankan
7.3 Memahami pentingnya pelayanan nasabah (customer service)
7.4 Menjelaskan kaitan pelayanan nasabah dengan kepuasan nasabah
8. Memahami bank umum berdasarkan prinsip syariah
8.1 Mendeskripsikan perbankan syariah
8.2 Menjelaskan dasar yuridis perbankan syariah
8.3 Membedakan prinsip dasar operasional bank konvensional dengan bank syariah
8.4 Menjelaskan latar belakang perbankan syariah
8.5 Menguraikan keunggulan dan kelemahan bank konvensional
8.6 Menguraikan keunggulan dan kelemahan bank syariah
8.7 Menguraikan perkembangan perbankan syariah di Indonesia
9. Memahami perusahaan pegadaian
9.1 Mendeskripsikan perusahaan pegadaian
9.2 Menguraikan sejarah perusahaan pegadaian
9.3 Menjelaskan kegiatan usaha perusahaan pegadaian
10. Memahami perusahaan leasing (sewa guna)
10.1 Mendeskripsikan perusahaan leasing
10.2 Menguraikan sejarah perusahaan leasing
10.3 Menjelaskan kegiatan usaha leasing
11. Memahami perusahaan asuransi
11.1 Mendeskripsikan perusahaan asuransi
11.2 Menguraikan sejarah perusahaan asuransi
11.3 Menjelaskan kegiatan perusahaan asuransi
12. Memahami pasar modal
12.1 Mendeskripsikan pasar modal
12.2 Menguraikan sejarah pasar modal di Indonesia
12.3 Menjelaskan lembaga penunjang pasar modal
12.4 Mengidentifikasi instrumen pasar modal
13. Memahami pasar valuta asing
13.1 Mendeskripsikan pasar valuta asing
13.2 Menguraikan sejarah pasar valuta asing
13.3 Menjelaskan operasional pasar valuta asing
14. Memahami koperasi simpan pinjam
14.1 Mendeskripsikan koperasi simpan pinjam
14.2 Menguraikan sejarah koperasi simpan pinjam
14.3 Menjelaskan kegiatan koperasi simpan pinjam
15. Memahami perusahaan anjak piutang (factoring)
15.1 Mendeskripsikan perusahaan anjak piutang
15.2 Menguraikan sejarah perusahaan anjak piutang
15.3 Menjelaskan kegiatan usaha anjak piutang
16. Memahami perusahaan dana pensiun
16.1 Mendeskripsikan perusahaan dana pensiun
16.2 Menguraikan sejarah perusahaan dana pensiun
16.3 Menjelaskan kegiatan perusahaan dana pensiun
17. Memahami perusahaan modal ventura
17.1 Mendeskripsikan perusahaan modal ventura
17.2 Menguraikan sejarah perusahaan modal ventura
17.3 Menjelaskan kegiatan perusahaan modal ventura
18. Memahami usaha kartu plastik
18.1 Mendeskripsikan usaha kartu plastik
18.2 Menguraikan sejarah kartu plastik
18.3 Menjelaskan jenis dan usaha kartu plastik.

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BIDANG STUDI KEAHLIAN : BISNIS DAN MANAJEMEN
PROGRAM STUDI KEAHLIAN : ADMINISTRASI
KOMPETENSI KEAHLIAN : ADMINISTRASI PERKANTORAN (118)
A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1. Memahami prinsip-prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran
1.1 Mendeskripsikan administrasi perkantoran
1.2 Mendeskripsikan fungsi pekerjaan kantor dalam organisasi
1.3 Mengidentifikasi pekerjaan kantor
1.4 Mengidentifikasi sarana dan prasarana administrasi perkantoran
1.5 Mengidentifikasi persyaratan personil administrasi perkantoran
2. Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi
2.1 Mengidentifikasi proses komunikasi
2.2 Menerima dan menyampaikan informasi
2.3 Memilih media komunikasi
2.4 Melakukan komunikasi melalui telepon
3. Menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan 3.1 Mendeskripsikan kerjasama dengan kolega dan pelanggan
3.2 Menyediakan bantuan kepada pelanggan di dalam dan di luar organisasi
3.3 Memelihara standar penampilan pribadi
3.4 Menerapkan bekerja dalam tim
4. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
4.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
4.2 Melaksanakan prosedur K3
4.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup
4.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan

B. KOMPETENSI KEJURUAN
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1. Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak
1.1 Mendeskripsikan aplikasi perangkat lunak
1.2 Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak dalam mengolah dokumen/ naskah
2. Mengoperasikan aplikasi presentasi
2.1 Mendeskripsikan aplikasi presentasi
2.2 Menggunakan aplikasi presentasi untuk mengolah bahan informasi
3. Mengelola peralatan kantor
3.1 Melakukan prosedur pengadaan peralatan kantor
3.2 Menggunakan peralatan kantor
3.3 Memelihara peralatan kantor
4. Melakukan prosedur administrasi
4.1 Mengidentifikasi dokumen-dokumen kantor
4.2 Melakukan surat-menyurat
4.3 Menata dokumen
5. Menangani penggandaan dokumen
5.1 Memilih jenis penggandaan dokumen yang sesuai
5.2 Melakukan penggandaan dokumen
5.3 Mendistribusikan dokumen
6. Menangani surat/dokumen kantor
6.1 Mengidentifikasi jenis-jenis surat/ dokumen
6.2 Memproses surat/dokumen
6.3 Mendistribusikan surat/dokumen
6.4 Memproses e-mail
7. Mengelola sistem kearsipan
7.1 Menentukan sistem kearsipan
7.2 Menentukan kebutuhan alat dan bahan kearsipan
7.3 Mengimplementasikan sistem kearsipan
7.4 Memelihara sistem kearsipan
8. Membuat dokumen
8.1 Membuat catatan dikte untuk menghasilkan naskah/dokumen
8.2 Mengidentifikasi kebutuhan dokumen
8.3 Membuat dokumen
8.4 Memproduksi dokumen
9. Memproses perjalanan bisnis
9.1 Mendeskripsikan perjalanan bisnis
9.2 Melaksanakan penanganan perjalanan bisnis
10. Mengelola pertemuan/rapat
10.1 Mempersiapkan pertemuan/rapat
10.2 Menyelenggarakan pertemuan/rapat
10.3 Membuat catatan hasil pertemuan/ rapat
10.4 Mendistribusikan hasil pertemuan/ rapat
11. Mengelola dana kas kecil
11.1 Mempersiapkan administrasi kas kecil
11.2 Membukukan mutasi dan selisih dana kas kecil
11.3 Mendokumentasikan bukti-bukti kas kecil
12. Memberikan pelayanan kepada pelanggan
12.1 Mendeskripsikan pelayanan prima
12.2 Mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya
12.3 Memberikan pelayanan kepada pelanggan
13. Mengelola data/informasi di tempat kerja
13.1 Mengumpulkan data/informasi
13.2 Melakukan pengolahan data/ informasi
14. Mengaplikasikan administrai perkantoran di tempat kerja
14.1 Melaksanakan tata persuratan dan kearsipan
14.2 Melaksanakan administrasi kepegawaian/ketenagaan
14.3 Melaksanakan administrasi keuangan
14.4 Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana.

Kamis, 22 Juli 2010

KODE KLASIFIKASI SUATU SURAT / ARSIP


KODE KLASIFIKASI SUATU SURAT / ARSIP
-07 KEORGANAN
Untuk mengelompokan arsip yang berkaitan dengan fungsi pemerintah yang bersifat
penunjang/fasilitas selain kepegawaian
-071 Kelembagaan dan Administrasi Pemerintahan
-071.2 Pembentukan, Pemekaran, Perampingan, Likuidasi Oraganisasi dan Kepanitiaan.
-071.8 Penetapan Jabatan Struktural
-071.9 Penetapan Jabatan Fungsional
-073 Ketatausahaan
-073.6 Pelaporan
-073.61 LPJ Anggaran (Bulanan, Triwulan, Semester, Tahunan)
-073.62 Laporan Kegiatan (Bulanan, Triwulan, Semester, Tahunan)
-073.63 Laporan Kegiatan Parsial
-074 Kearsipan
-074.22 Pengelolaan Surat Masuk / Keluar dan Pembuatan Naskah Dinas
-075 Hukum dan Perundang-undangan
-075.1 TGR (Tuntutan Ganti Rugi)
-076 ASET TANAH DAN BANGUNAN
-076.21 Inventaris Tanah
-076.31 Inventaris Bangunan Kantor
-076.38 Penghapusan Bangunan Kantor
-076.4 Rumah Dinas/Runah Peristirahatan
-076.5 Bangunan Khusus/Bangunan untuk kegiatan bukan perkantoran
-076.61 Inventaris Bangunan Bengkel, Laboratorium, Pos, Gudang
-076.7 Gedung Diklat Pegawai, Balai Penelitian, Gedung Pertemuan, Gedung Sekolah
-076.71 Inventaris Gedung
-076.78 Penghapusan Gedung
-077 PENGELOLAAN SARANA KANTOR DAN PERLENGKAPAN KERJA
-077.1 Mesin-mesin Kantor (Mesin Ketik, Mesin Foto Copy, Mesin Hitung, Mesin
Stensil, Komputer, Faximili) dan alat perlengkapan kantor (Almari, Katalog,
Brankas, Dll)
-077.2 Alat tulis kantor, alat Bantu Tata Usaha (kertas, Karbon, Pencil, tinta,
formulir, Buku Agenda, buku telepon, ballpoint, benda-benda pos, Dll)
-077.3 Kendaraan Dinas
-077.5 Alat Komunikasi dan Elektronik (Radio, Telepon, Telex, TV, OHP, Kamera,
Slide Proyektor, Dll)
-077.6 Perabot Rumah Tangga (Mebel, Hiasan, Alat sanitasi, Gorden, Karpet)
-077.7 Pakaian Dinas
-078 PENGURUSAN KEUANGAN
-078.6 Adminsitrasi Penerimaan dan Perbendaharaan
-078.8 Pembukuan
-079.7 Perjalanan Dinas
-08 KEPEGAWAIAN
-082.72 Pelantikan dan Sumpah/Janji pegawai
-082.74 Penugasan oleh pimpinan unit kerja
-082.87 Pekerja Kontrak
-083 Pembinaan dan Pengembangan Karier
-083.13 Ujian Dinas
-083.2 Mutasi Struktural/Fungsional
-083.3 Daftar Urut Kepangkatan
-083.4 Kenaikan Pangkat dan Golongan
-083.5 Promosi Jabatan
-084 Diklat Pegawai
-084.4 Tugas Belajar/Izin belajar dalam negeri
-084.5 Tugas Belajar/Izin belajar luar negeri
-084.6 Pengembangan Wawasan ( Lokakarya, Seminar, Kongres)
-085.1 Gaji dan Tunjangan
-085.2 Kesehatan Jasmani dan Rohani (Askes, Restitusi, Bantuan Perawatan, Sumbangan
Kematian, Check Up, Zis)
-085.3 Kebutuhan Materil dan Sosial Pegawai ( Asuransi, Koperasi, Perumahan)
-085.4 Penghargaan dan Tanda JAsa
-085.5 Pakaian Dinas dan Attribut
-085.7 Penyesuaian Pangkat karena gelar (jenjang kependidikan)
-086.2 Berhalangan untuk melaksanakan tugas kedinasan
-086.4 Cuti (Tahunan, Luar Biasa, Sakit, Wisata, Melahirkan, Haji, diluar
tanggungan Negara)
-087.1 DP3
-087.2 Pelanggaran dan Sanksi
-087.3 Rahasia Jabatan
-088 Pemberhentian Pegawai (Pensiun, atas permintaan sendiri)
-1.85 Pendidikan, Kebudayaan, dan Agama

-1.851.5 PENDIDIKAN SMP
-1.851.522 Kurikulum, Kesiswaan
-1.851.53 Alat dan Sumber Belajar (Bk, Pelajaran dan alat peraga)
-1.851.56 Kegiatan Ekstra Kurikuler
-1.851.922 Organisasi Profesi Guru
-1.857 Olahraga dan Pemuda
-1.858 Parawisata

-1.9 KEPENGAWASAN
-1.921 Pengawasan Alasan Langsung
-1.922 Pengawasan oleh Bawasda atau Bawasko (Laporan Hasil Pemeriksaan

Selasa, 20 Juli 2010

Lowongan Kerja



No : 064/YRA/VII/2010 Jakarta, 07 Juli 2010
Perihal : Permohonan school hiring
Lamp. : 1 lembar


Kepada Yth.
Drs. Juhedi
Kepala Sekolah
SMK YMIK
Di tempat







Dengan hormat,

PT Nutrifood Indonesia didirikan pada tahun 1979 adalah perusahaan yang secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan dan memperhatikan asupan nutrisi sehingga dapat menikmati hidup sehat lebih lama. Adapun produk-produk kami antara lain Tropicana Slim, HiLo, NutriSari, WRP, L-Men dan WDC. Kantor Pusat kami berlokasi di Jakarta, tepatnya di Kawasan Industri Pulo Gadung, dan pabrik kami berlokasi di Ciawi-Bogor.
Untuk mewujudkan misi ini, kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu bagian yang utama. Sehubungan dengan pertumbuhan perusahaan dan kebutuhan tenaga kerja, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi lowongan kerja kepada alumni dan agar diberikan kesempatan untuk melakukan proses tes dan seleksi di SMK YMIK yang rencananya akan diadakan pada Rabu, 14 Juli 2010 pukul 09.00-selesai.
Salah satu output yang kami harapkan ialah dapat memperoleh lulusan - lulusan terbaik sesuai dengan kriteria yang kami harapkan. Untuk konfirmasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Mellina di (021) 4605780.
Demikian surat permohonan ini, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,



Dian Mariani
Human Resource Manager





DIBUTUHKAN SEGERA
Sebagai perusahaan yang sedang berkembang, PT Nutrifood Indonesia, bergerak di bidang produk kesehatan dengan komitmen memberikan inspirasi untuk hidup sehat, mengundang para professional yang dinamis untuk bergabung bersama kami sebagai:


SALES PROMOTION GIRL (SPG)
• Wanita, max 25 tahun
• Minimal pendidikan SMA/SMK semua jurusan
• Memiliki kemampuan komunikasi dan mempromosikan produk yang baik
• Berpenampilan menarik
• Bersedia ditempatkan di outlet-outlet di Jakarta dan sekitarnya

THERAPIST (TR)
• Wanita, max 25 tahun
• Minimal pendidikan SMA/SMK semua jurusan
• Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
• Bersedia bekerja pada akhir pekan atau hari libur nasional
• Bersedia bekerja secara shift
• Bersedia ditempatkan di mall

HELPER (HP)
• Pria, max 25 tahun
• Minimal pendidikan SMA/SMK semua jurusan
• Jujur dan pekerja keras
• Bersedia bekerja pada akhir pekan atau hari libur nasional
• Bersedia bekerja secara shift



Bagi yang berminat dapat mengirimkan surat lamaran, nilai rapor terakhir beserta foto.
Cantumkan kode posisi di atas kiri amplop atau subjek email ke : Recruitment Department
PT. Nutrifood Indonesia Jl. Rawabali II No. 3 Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur
e-mail : recruitment@nutrifood.co.id

Atau dapat mengumpulkan langsung ke Ibu Fajar (Wakil Kepala Sekolah SMK YMIK)

Rabu, 03 Maret 2010

Selasa, 02 Maret 2010

Folder Scurity Personal .2.60


Untuk keamanan folder anda segera amankan dari tangan jahil terkadang kita lupa file atau folder kita ada yang rahasia atau tidak semua orang boleh untuk melihatnya anda dapat menggunakan FOLDER SCURITY PERSONAL 2.60
Silakan Klik disini Untuk Download

VCD Cutter .4.04


Buat potong - potong video bagi anda yang sering edit video VCD Cutter VCD Cutter sangat membantu anda juga sangan mudah penggunaanya selamat mencoba
Silakan Klik disini Untuk Download


101 Tip Dan Trik Photoshop Cs2


Buku ini mengulas rahasia dan sisi tersembunyi Adobe Photoshop CS2 yang biasanya jarang diungkap
oleh penulis-penulis lain.Di sini, Anda akan temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bagaimana caranya melihat seluruh fitur baru yang ada di Photoshop CS2?
Bagaimana caranya mengatur kontras foto secepat kilat?
Apakah Anda tahu bahwa Adobe merilis Adobe Space Monkey?
Apa yang disebut dengan Smart Guides dan Image Processor itu?
Mengapa huruf ‘F’ disebut ajaib di dalam Photoshop CS2?
Bagaimana mendayagunakan Adobe Bridge?
Itu baru beberapa. Di sini, akan tersaji 101 tip dan trik bagaimana menggunakan, memanfaatkan, dan
mengkonfigurasi Photoshop CS2 untuk kenyamanan, efisiensi, dan gairah dalam mendesain grafis!
Silakan Klik disini Untuk Download

Senin, 01 Maret 2010

Instrumen Akreditasi SMK


Bagi sekolah yang mau melaksanakan Akreditasi silahkan download Instrumennya Silakan Klik disini Untuk Download

SK~KD SMK


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Kejuruan
1. Pemasaran
2. Keuangan
3. Administrasi Perkantoran
Silakan Klik disini Untuk Download

Logo SMK YMIK


Bagi siswa - siswa yang perlu logo SMK YMIK guna keperluan penyusunan laporan Silakan Klik disini Untuk Download

Win Zip


Win Zip untuk anda Download

Minggu, 28 Februari 2010

Komitmen Menuju Pemberdayaan Diri

“ Kita melihat banyak orang yang dalam hidupnya mencapai kedudukan atau pangkat tinggi. Dan kita bertanya,cara apa yang mereka gunakan untuk mencpai kedudukan-kedudukan termaksud ? Apakah mereka itu memang dalam sesuatu hal lebih pintar dari orang-orang lain ? Apakah mereka memiliki suatu sifat atau mutu tertentu,yang tidak dimiliki oleh orang-orang “biasa” .Atau apakah mereka itu lebih beruntung dari orang-orang lain ? Atau barang kali mereka itu memiliki suatu tenaga gaib,yakni sesuatu yang tidak dapat diuraikan dengan kata-kata sehingga tenaga atau kekuatan itu tidak dapat dipelajari atau diajarkan,tetapi hanya diperoleh kerena pembawaan pribadi sejak dilahirkan ? Atau apakah mereka itu mengetahui suatu cara,suatu teknik untuk hidup terus maju, “ Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering timbul dikalangan orang-orang yang terpelajar dan penuh sinergi. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini terlebih untuk mewujudkan nya terlebih dahulu kita mesti memiliki KOMITMEN. KOMITMEN adalah suatau kesepakatan atau janji, baik bagi diri sendiri maupun kelompok.Tujuannya untuk melakukan dan mencapai sesuatu yang baik, wujudnya bisa berupa pernyataan sikap,ataupun keputusan. Komitmen menjadi hal yang mendasar karena keberhasilan usaha yang kita jalankan tergantung pada seberapa kuat komitmennya. Yang dimaksud komitmen pribadi pada orang lain . Untuk itu komitmen harus diiringi dengan keyakinan dan ketetapan hati. Jika selam ini kita belum meraih keberhasilan itu bukan berarti kita tidak mampu . Bisa jadi komitmennya belum kuat sehingga tidak siap dalam menghadapi segala tantangan. Komitmen memang mudah untuk diucapkan tetapi maksudnya perlu diwujudkan dengan suatu pola kerja yang baik. Dari kata Komitmen itu sendiri dapat dapat diuraikan menjadi delapan (8) kerangka kerja, yang bisa dijadikan pedoman untuk mewujudkan sebuah kesuksesan yang kita idamkan. KONSISTEN ; tidak berubah-ubah dalam pendirian , yang dimaksud tidak plin-plan intinya setiap orang yang ingin sukses harus tetap terhadap sikap dan langkah yang telah diputuskan. OPTIMIS ; selalu berpengharapan baik dalam setiap masalah, MANAJERIAL ; mampu dalam merencanakan,mengatur,memimpin, dan mengendalikan untuk mencapai tujuan tertentu, IMAJIANTIF ; menggerakan daya cipta/khayal yang berdasarkan kepada kenyataan ataupun pengalaman, TANGGUH ; bukan dari segi kekuatan fisik semata tetapi ketangguhan mental , ketangguhan ini sangat berperan untuk mewujudkan segalanya, MOTIVASI TINGGI ; ditandai dengan hal yang kecil untuk meraih meraih dan mewujudkan yang lebih besar. Bagai manapun kondisi yang kita hadapi tetep semangat, hal ini akan menjaga kita dalam membentuk citra positif dari orang sekitar kita. EKSISTENSI ; tetap mewujudkan keistimewaan, kemampuan diri dalam hal berkomitmen pada diri dan orang lain, NOTIFIKASI ; adalah kemampuan dalam hal menyampaikan informasi secara komunikatif untuk tujuan menambah kepercayaan dari orang lain, Terima kasih




Sabtu, 27 Februari 2010

Komitmen Menuju Pemberdayaan Diri

Komitmen Menuju Pemberdayaan Diri - Nexus Magazine
Nexus Magazine Edisi Digital

Komitmen Menuju Pemberdayaan Diri

Di tengah riuh kabar tentang pencapaian instan dan perubahan yang serba cepat, ada kabar yang justru lebih tenang namun lebih menentukan: pemberdayaan diri. Bukan soal menjadi sempurna dalam semalam, melainkan soal berani mengambil kendali—langkah demi langkah—dengan komitmen yang konsisten.

Dalam laporan kali ini, kita menelusuri bagaimana komitmen membentuk cara pandang, membangun kebiasaan, dan akhirnya mengubah hidup. Karena pemberdayaan diri bukan slogan motivasi sesaat, melainkan proses yang bisa dipraktikkan siapa pun, bahkan ketika jalan terasa lambat.

Pemberdayaan diri tidak lahir dari keinginan sesaat, melainkan dari keputusan yang diulang sampai menjadi kebiasaan.

Komitmen: Pijakan yang Membuat Arah Jadi Jelas

Komitmen sering disalahpahami sebagai janji besar. Padahal, dalam praktiknya, komitmen adalah kemampuan untuk terus bergerak meski hasil belum terlihat. Ketika seseorang berkomitmen, ia sedang menjawab satu pertanyaan sederhana: “Apa yang akan saya lakukan, bukan hanya apa yang saya inginkan?”

Dalam banyak kasus, keterputusan bukan terjadi karena kurangnya bakat, melainkan karena arah yang berubah-ubah. Ketika tujuan tidak diikat oleh komitmen, seseorang mudah bergeser mengikuti suasana hati, tren, atau pendapat orang lain.

Komitmen membuat tujuan punya peta, bukan sekadar harapan.

Di ranah pemberdayaan diri, komitmen berfungsi seperti kompas:

  • Mengarahkan energi: fokus pada tindakan yang relevan.
  • Melindungi dari distraksi: tidak mudah terombang-ambing oleh kegagalan kecil.
  • Membentuk identitas: seseorang mulai melihat dirinya sebagai pelaku, bukan penonton.

Berita baiknya: komitmen bisa dilatih. Ia bukan bawaan sempurna, melainkan keputusan yang dipilih berkali-kali.

Memulai dari Hal Kecil: Langkah yang Tidak Perlu Menunggu Siap

Salah satu tantangan terbesar dalam pemberdayaan diri adalah menunggu “waktu yang tepat”. Banyak orang menunda karena merasa belum siap: belum cukup pintar, belum cukup berani, belum cukup pengalaman.

Padahal, pemberdayaan justru sering dimulai saat kesiapan belum datang. Saat itulah kita belajar merancang sistem, bukan sekadar mengandalkan semangat.

Jangan menunggu motivasi—bangun kebiasaan yang memunculkan motivasi.

Contoh yang sering berhasil di lapangan adalah perubahan kecil yang terukur, misalnya:

  • meluangkan waktu singkat untuk membaca atau belajar,
  • mencatat satu pelajaran dari pengalaman harian,
  • memperbaiki pola tidur secara bertahap,
  • mempraktikkan keterampilan baru sedikit demi sedikit.

Perubahan kecil punya dua kekuatan. Pertama, ia tidak membebani; kedua, ia membangun bukti bahwa kita mampu konsisten. Dan bukti adalah bahan bakar pemberdayaan diri.

Mengelola Pikiran: Dari Keluhan Menjadi Kendali

Pemberdayaan diri juga merupakan transformasi cara berpikir. Berita yang sering terlewat adalah: yang paling sulit bukanlah mengubah situasi, melainkan mengubah respons terhadap situasi.

Dalam survei percakapan dan cerita lapangan, banyak orang menyadari bahwa hambatan terbesar datang dari dialog batin: keraguan, rasa takut gagal, atau kebiasaan menyalahkan keadaan. Ketika pikiran dikuasai keluhan, komitmen mudah runtuh.

Pikiran adalah ruang rapat; keputusan dibuat di sana sebelum tindakan terjadi.

Cara menata pikiran tidak harus rumit. Mulailah dari langkah sederhana:

  • mengenali pola pikir negatif,
  • mengganti pertanyaan “kenapa saya begini” menjadi “apa yang bisa saya lakukan sekarang”,
  • membedakan fakta dan tafsir.

Jika seseorang terbiasa membuat tafsir yang merugikan—misalnya menganggap setiap penundaan sebagai bukti tidak mampu—maka komitmen akan cepat melemah. Sebaliknya, bila seseorang belajar membaca situasi dengan lebih jernih, komitmen mendapat ruang untuk bertahan.

Menetapkan Tujuan yang Realistis: Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Hasil

Pemberdayaan diri tidak selalu berakhir pada pencapaian besar. Sering kali bentuknya lebih halus: cara seseorang merespons tekanan, keberanian mencoba, dan kemampuan mengulang usaha saat gagal.

Karena itu, tujuan perlu dirancang dengan realistis. Bukan sekadar target yang terdengar indah, melainkan target yang bisa dipantau.

Dalam pemberitaan sosial, kita sering melihat orang gagal bukan karena tujuannya salah, tetapi karena targetnya tidak memiliki jalur. Untuk membuatnya bekerja, tujuan perlu:

  • Spesifik: jelas apa yang dikerjakan.
  • Terukur: ada indikator kemajuan.
  • Bertahap: ada jarak antara hari ini dan hasil akhir.
  • Mendukung proses: mengutamakan kebiasaan yang membuat hasil mungkin.

Tujuan yang baik tidak hanya mengundang harapan, tetapi juga memandu tindakan harian.

Ketika tujuan lebih menekankan proses, seseorang lebih tahan terhadap naik-turun. Dan di sinilah komitmen tumbuh: bukan hanya saat semuanya berjalan mulus, melainkan saat harus mengulang.

Membangun Lingkaran yang Mendukung: Komitmen Perlu Ekosistem

Walau pemberdayaan diri berangkat dari dalam, prosesnya tidak hidup sendiri. Ada peran besar dari lingkungan: keluarga, teman, rekan kerja, hingga komunitas.

Kadang orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena lingkungan memberi sinyal yang salah: meremehkan upaya, menarik kembali saat mulai berubah, atau membuat seseorang merasa kecil.

Komitmen akan lebih mudah bertahan ketika lingkaran mendukung, bukan menggerus.

Bentuk dukungan bisa sederhana:

  • teman yang mau mendengar tanpa menghakimi,
  • komunitas yang memberi kesempatan latihan,
  • mentor yang membagi pengalaman nyata,
  • ruang kerja yang memberi kejelasan dan ritme.

Jika lingkungan tidak mendukung, bukan berarti pemberdayaan diri berhenti. Namun, kita perlu strategi: mencari sumber energi lain, mengurangi paparan yang melemahkan, dan membangun batas yang sehat.

Konsistensi dan Koreksi: Dua Mesin yang Menggerakkan Kemajuan

Pemberdayaan diri bukan garis lurus. Ada hari ketika semangat tinggi, ada hari ketika energi seret. Komitmen bukan berarti tidak pernah goyah; komitmen berarti tahu cara pulih dan kembali.

Di sinilah pentingnya konsistensi yang fleksibel: bukan keras kepala, melainkan disiplin dengan penyesuaian. Koreksi tidak selalu berarti berhenti—kadang koreksi berarti memperbaiki cara, menata ulang jadwal, atau mengganti pendekatan agar lebih cocok dengan kondisi.

Konsistensi bukan soal tidak pernah salah, melainkan soal tidak menyerah setelah salah.

Beberapa kebiasaan korektif yang sering membantu:

  • mengevaluasi mingguan: apa yang berjalan, apa yang menghambat,
  • menyederhanakan target bila terlalu berat,
  • mengulang dasar sebelum mengejar langkah lebih jauh,
  • meminta masukan saat tertahan.

Dengan cara ini, pemberdayaan diri menjadi siklus yang hidup: mencoba, mengamati, memperbaiki, lalu melangkah.

Pemberdayaan Diri sebagai Berita: Dampaknya Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari

Jika dideskripsikan dalam laporan keseharian, pemberdayaan diri biasanya terlihat dari perubahan kecil yang menumpuk. Bukan hanya pada prestasi, melainkan pada cara seseorang:

  • mengambil keputusan,
  • menata prioritas,
  • mengelola waktu,
  • berani menyampaikan kebutuhan,
  • lebih tenang saat menghadapi tekanan.

Kita bisa membayangkan perubahan seperti ini: seseorang yang dulu menunggu instruksi kini lebih proaktif. Yang dulu takut mencoba kini berani mengulang. Yang dulu cepat menyerah kini mampu bertahan.

Pemberdayaan diri adalah kemampuan untuk tetap bergerak ketika dunia tidak selalu mendukung.

Dan dampaknya bisa menjalar: hubungan yang lebih sehat, kerja yang lebih terarah, dan rasa percaya yang tumbuh bukan dari pujian, melainkan dari usaha yang terlihat pada diri sendiri.

Penutup: Komitmen adalah Awal, Pemberdayaan adalah Perjalanan

Pemberdayaan diri tidak datang sebagai hadiah. Ia dibangun melalui komitmen: memilih arah, memulai dari yang kecil, mengelola pikiran, menetapkan tujuan yang realistis, membangun lingkungan yang mendukung, serta konsisten sambil melakukan koreksi.

Jika hari ini terasa sulit, itu wajar. Namun satu hal yang bisa dilakukan kapan pun adalah mengambil langkah kecil yang bisa diulang. Karena pada akhirnya, pemberdayaan diri tidak menuntut perubahan besar sekaligus—ia menuntut keberanian untuk kembali, berkali-kali, pada keputusan yang sama: “Saya akan mengusahakan diri saya.”

Komitmen hari ini adalah pondasi pemberdayaan esok hari.


Kuis Pemahaman: Komitmen Menuju Pemberdayaan Diri (5 soal esai singkat)

  1. Jelaskan mengapa komitmen disebut sebagai “pijakan” yang membuat arah menjadi jelas dalam pemberdayaan diri.
  2. Berikan contoh langkah kecil yang bisa dilakukan harian untuk memulai proses pemberdayaan diri, lalu jelaskan mengapa langkah tersebut efektif.
  3. Uraikan hubungan antara cara berpikir dengan melemahnya komitmen, serta sebutkan satu cara sederhana untuk mengganti pola pikir negatif.
  4. Mengapa tujuan perlu dibuat realistis dan terukur? Jelaskan dengan alasan serta contoh indikator kemajuan yang bisa dipantau.
  5. Pilih satu hambatan umum (misalnya lingkungan tidak mendukung atau rasa takut gagal). Jelaskan strategi koreksi yang dapat dilakukan agar tetap konsisten tanpa menyerah.

Jika Anda mau, kirim jawaban Anda, dan saya akan menilai serta memberikan umpan balik singkat.